Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 April 2017

TERUNGKAP... Warung Soto Yang Selalu Ramai Tiap Hari Jumat, Ternyata INI Alasannya..(Bikin Merinding..)

TERUNGKAP... Warung Soto Yang Selalu Ramai Tiap Hari Jumat, Ternyata INI Alasannya..(Bikin Merinding..)
Dalam rangka perjalanan untuk pekerjaan ke Solo, suatu hari saya mampir makan di warung soto di Solo.

Habis bubaran shalat jum'at saya mampir ke warung soto itu, karena sangat ramai dikunjungi pelanggannya. Saya pikir soto ini pasti enak karena pengunjungnya sampai ke teras warung...
Suasananya rada aneh, ketika saya lihat sekeliling meja, banyak sekali abang-abang becak yang makan di sana.

"Hemmm.. Pantesan rame, sotonya memang benar-benar enak!"

Ketika selesai makan dan mau membayar, Bu Amir pemilik warung soto itu melarang saya mengeluarkan uang.
"Tidak usah bayar Dik, terima kasih atas kunjungannya.".. ..
Dengan penuh rasa heran saya bertanya alasannya kenapa gak mau dibayar?
Baca Juga : Foto sepasang Kekasih Ini Mendadak Heboh, Ada Cerita Apa Dibaliknya ? Ternyata!! Mengejutkan!!
"Ini hari Jumat Dik, di sini tiap hari Jumat gratis!"
Masya Allah, terjawab sudah kenapa sebagian besar yang makan di warung ini tukang becak.

Setengah bingung saya mencoba mendekat ke tempat Bu Amir duduk.
"Ibu, apa gak rugi jual soto seharian gak dapat uang?", tanya saya setengah menyelidik.
"Dik, dari hari Sabtu sampai hari Kamis kan alhamdulillah kami dikasih rejeki,
dikasih untung sama Allah!!!

Kalau kami bersyukur dengan cara menggratiskan satu hari, untung kami masih sangat banyak untuk ukuran kami.

Kalau mau jujur seharusnya kami memberikan hak kepada Allah minimal 30% !
Coba adik pikir, siapa yang menggerakkan hati pelanggan-pelanggan kami untuk datang kemari ?

"Kalau kami harus membayar salesman, berapa uang yang harus kami bayar?"

"Semoga dengan 1/7 bagian ini Allah ridho. Sebagian besar dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai 4 anak kami. Mereka kuliah semua Dik. Satu di kedokteran UGM, satu di Teknik Sipil ITB, yang 2 lagi di UNS sini. Kalau bukan karena pertolongan Allah, mana bisa usaha kami yang sekecil ini membiayai kuliah 4 orang!"

Bu Amir menjelaskan panjang lebar.

Jelegeeer.... !!! Saya seperti disambar petir.
Warung soto sekecil ini bisa membiayai anaknya 4 kuliah di Universitas Negeri semua! Bahkan malah masih bisa memberi makan kepada tukang-tukang becak dan semua orang yang berkunjung ke warungnya setiap HARI JUMAT, GRATIS lagi !!!

Saya gak kehilangan akal, untuk membayar rasa kagum dan rasa bersalah makan soto gratis, saya masuk Mall.
Saya membeli dompet cantik buat hadiah Bu Amir.
Saya pikir, "Masa Bu Amir gak mau dikasih dompet secantik ini?"
Dalam waktu tidak sampai satu jam saya sudah kembali ke warungnya.

"Lho, kok balik lagi, ada yang ketinggalan Dik?", sapa Bu Amir heran.

"Mohon maaf Bu, ini hadiah dari saya tolong diterima. Anggap saja sebagai kenang-kenangan dari saya buat ibu yang telah memberi pelajaran hidup yang sangat berarti buat saya."

Dengan senyum tulus dan bicaranya halus Bu Amir menolak:
"Dik, terimakasih hadiahnya. Maaf, bukan ibu menolak. Ibu cukup pake dompet ini saja, kenang-kenangan dari suami ibu ketika beliau masih ada. Awet banget, tuh sampe sekarang masih bagus."

Bu Amir menepuk bahu saya.

"Bawa saja pulang dan hadiahkan buat ibumu. Percayalah, ibumu pasti senang dapat oleh-oleh dari Solo. Adik mampir di warung Ibu saja sudah merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak ternilai. Ibu senang, benar-benar senang sudah bisa ngobrol sama adik."
Begitu kata Bu Amir sambil tersenyum.

Saya kehilangan akal dan hanya bisa pamit sambil menundukkan kepala....

Silahkan coba sotonya di lokasi : Yosodipuro dekat museum Pers Solo

Jika beli soto di situ selain hari jum'at, kembaliannya jangan diterima. Ketika membayar dan diberi kembaliannya, katakanlah "nderek titip kagem sedekah Jumat bu".
Beliau akan berterima kasih & mendoakan kita nggak habis2nya.
Aamiin... aamiin... aamiin...
Beliau mendoakan kita & Allah ridho akan doanya. (Angin Semilir)

Mari berbagi inspirasi...


Baca Juga : 






Rabu, 30 November 2016

Luar Biasa!!....Fotonya Viral di Dunia Maya, Perempuan Cantik Ini Menjadi Sosok Paling Dicari. Siapakah Dia?

Luar Biasa!!....Fotonya Viral di Dunia Maya, Perempuan Cantik Ini Menjadi Sosok Paling Dicari. Siapakah Dia?


Perempuan cantik yang memikul sayuran menggunakan kepalanya ini menjadi sosok paling dicari di seantero dunia karena fotonya. Dan kini masih menjadi misteri bagi banyak orang.

Paras cantik yang menjadi viral di media sosial Twitter itu benar-benar membuat bingung banyak orang. Selama ini memang para cantik tak hanya ada di majalah atau televisi. Wajah artis yang sering kali membuat penontonnya berdecak kagum.
Banyak pula pedagang atau bahkan pengamen berwajah cantik yang sering kali membuat banyak orang kagum. Seperti halnya Tarkariwali ini.

Tarkariwali seperti dilansir dari News Cruch, merupakan istilah bagi penjual sayur di Nepal.
Dua fotonya menjadi viral hanya berselang hitungan jam.

Foto itu memperlihatkan seorang wanita yang mengenakan baju hijau berjalan di sebuah jembatan.

Menurut The Gundruk Post, foto itu diambil di dekat jembatan gantung Fishling antara Gorkha dan Chitwan, dekat Bharatpur, kota terbesar kelima di Nepal.
Dalam foto itu tampak seorang wanita yang sedang mengangkat dua keranjang besar berisikan tomat.



Dia mengikat dua keranjang dengan sebuah tali yang dikaitkan di kepalanya.
Foto ini diambil oleh Rupchandra Mahajan yang kemudian diposting di akun Facebooknya.

Foto itu diposting pada 29 Oktober lalu.
Ada pula foto kedua yang diposting di situs Pos Pickle dan Witty Pakan.
Dalam foto kali cukup berbeda.
Tarkariwali ini memang belum juga terindentifikasi.
Dalam foto kedua ini, wanita cantik itu masih mengenakan baju serupa.
Namun kali ini dia tak lagi sedang memikul keranjang di kepalanya.
Dia hanya memgang satu keranjang.
Di foto itu, wanita berparas cantik tersebut sedang menelepon.



Ada sosok lain yang menjadi terkenal dan berubah profesi kala seorang fotogrfer juga memposting fotonya.

Dia ialah Arshad Khan.
Sosoknya difoto oleh fotografer Pakistan Jiah Khan.
Dia merupakan seorang penjual teh.
Arshad lantas beralish profesi menjadi model.
Lantas apakah penjual sayur cantik ini juga bakal berubah profesi ?


Baca Juga :










Selasa, 08 November 2016

Menggeparkan..!! Pemuda usia 25 tahun asal Kendari ini menikah dengan mahar yang Menampar Banyak Jomlbo..

Menggeparkan..!! Pemuda usia 25 tahun asal Kendari ini menikah dengan mahar yang Menampar Banyak Jomlbo..

Sering kita jumpai banyak pasangan muda mudi yang menunda menikah karena alasan masih menabung untuk biaya pernikahan dan resepsi. Kemapanan finansial juga terkadang menjadi alasan seseorang untuk menunda langkah meresmikan sebuah hubungan dalam mahligai pernikahan. Namun kisah seorang pemuda asal Kendari, Sulawesi Selatan ini mungkin bakal menampar siapapun yang masih suka menunda-nunda menikah karena alasan biaya.
pemuda bernama Rizki Ramadhan itu menikahi wanita pilihannya dengan mahar hanya Rp 25 ribu. Tak hanya itu, acara akad nikahnya pun digelar dengan sangat sederhana dan hidangan seadanya, yaitu pisang goreng dan teh panas.

"Mereka yg lemah mungkin akan berkata, tidak akan mungkin menikah dengan uang Rp 25.000, tidak akan mungkin hidangan walimahan hanya dengan pisang goreng dan teh panas,? Masyaallah Di usia 25 thn, Malam ini telah nyata pertanyaan diatas terjawab, pernikahan itu terjadi," tulis Hadis Shahih pada akun media sosialnya.

Jika dibandingkan dengan kebutuhan anak muda di usia 25 tahun, nilai mahar tersebut mungkin tidaklah seberapa. "Di mana harga Androidmu jauh lebih mahal dari mahar pengantin ini. tak ada daging, tak ada menu resepsi, bahkan paket datamu lebih mahal dari hidangan walimahan ini, pemuda ini telah memberi pembelajaran untuk kita semua bahwa pintu nikah itu mudah tanpa mempersulit diri," lanjutnya.
Membaca kisah pemuda berusia 25 tahun itu dalam melangsungkan pernikahan, netizen pun melontarkan komentar yang beragam. "Dari dulu smpe skrng menikah it mudah tanpa uwang pun bisa. jadi di jaman skarang tidak usah kaget. karena jaman skrang orang yg di pikirkan cuman GENGSI, kalo ga wewah tidak. karena in lah para anak muda mudah jg melakukn pergaukan di luar nikah. hidup tak harus mewah," kata Bagus Setia.
"Jangan ikut gengsi ikutilah sunah nabi, pernikahan jaman sekarang mahartinggi pesta mewa sekali ujung2 ngitung rugi karna tellu mengikut gensi,kesananya ria ingin di puji, agama islam tak mmbebankan tinggi itu tinggal pikirkan sediri mau yg gimna??" Rossita Yeti.
Dari kisah ini kita belajar jika menikah itu sebenarnya tidak rumit. Kita sendiri yang terkadang mempersulit diri dengan nominal juta ataupun prosesi adat. Ketika ada kemudahan dan kesederhanaan sesuai yang diajarkan agama, namun mengapa sebagian lain mempersulit dirinya dengan acara seremonial yang justru memberatkan diri?

"Harga Androidmu jauh lebih mahal dari mahar pengantin ini."

Baca Juga :







Sumber : Brilio.net

Minggu, 06 November 2016

Sadarkah Kalian ..! Yang Suka Menitipkan Anak Pada Orang Tua, Ketahuilah Dosa nya..!

Sadarkah Kalian ..! Yang Suka Menitipkan Anak Pada Orang Tua, Ketahuilah Dosa nya..!

Di zaman saat ini ini, tak sedikit para ibu yang punyai pekerjaan di luar tempat tinggal menitipkan anaknya kepada kakek atau neneknya, entah semata-mata memberi sebagai bentuk bakti atau serupa gaji karena anak dititipi.

Tak dapat disangkal bahwa kewajiban mendidik anak adalah tanggungjawab utama orangtua kandung, karena mereka adalah amanat mulia yang dititipkan Allah pada kita dan insyaallah bisa menjadi investasi amal kebajikan di kemudian hari.

Namun, alih-alih memanfaatkan kesempatan
menanamkan buah kebajikan pada anak, banyak orangtua yang mengalihkan sebagian besar waktu penjagaan kepada orang lain khususnya kepada ibu sendiri atau ibu mertua. Salah satu alasannya adalah demi mengejar karir.

Dalam masalah ini, cobalah kita bertanya pada diri kita sendiri dengan nurani. Apakah perbuatan kita tersebut bisa dikatakan benar dan bisa dibenarkan secara syariat atau tak?

Pertama, tanyakan dalam hati sanubari kita, apa sebenarnya yang melandasi perbuatan tersebut? Apakah karena orangtua kita lebih baik dalam mendidik anak-anak kita  Atau hanya demi mengejar karir?

Kedua, pastikan apakah orangtua kita merasa terhibur dengan kehadiran cucu-cucu di rumahnya setiap hari? Atau malah mengganggu kesibukan mereka, orangtua kita dengan usianya yang semakin senja dan tubuh yang tak seoptimal dahulu malah merasa kelelahan dan terbebani.

Apalagi jika kita tak memberikan bakti berupa uang lagi setelah orangtua kita berhenti menjaga anak-anak kita. takkah hal itu akan membuat orangtua merasa bahwa mereka hanya digaji karena menjaga anak-anak kita?

Perhatikanlah, jika niat kita hanya meraih jenjang karir yang tinggi kemudian orangtua terbebani maka perbuatan kita termasuk dzalim dan hal itu merupakan dosa.

Dosa karena telah mengesampingkan kewajiban mendidik anak sekaligus mendzalimi orangtua kita. Naudzubillah min dzalik.

Baca Juga :






sumber : wajibbaca.com





Ada Yang Aneh Dengan Foto Pria Berseragam Keamanan Yang Makan Sambil Jongkok. Ternyata ini Penyebabnya

Ada Yang Aneh Dengan Foto Pria Berseragam Keamanan Yang Makan Sambil Jongkok. Ternyata ini Penyebabnya

Sebuah foto pria yang bertugas sebagai petuga keamanan menjadi viral di media sosial. Tapi bukan karena keunikan atau pun kehebatannya melainkan karena apa yang tengah ia lakukan dalam foto tersebut.


Foto itu dengan cepat menyebar di media sosial dan mendapat banyak perhatian dari netizen. Bahkan foto ini sampai menjadi viral di media sosial.
Dalam foto yang diposting pada 12 Oktober 2016 lalu itu, tampak seorang laki-laki muda berseragam petugas keamanan, berwarna biru tua,dan ada sejumlah ornamen seragam di pakaianannya.

Seperti logo Kepolisian dengan tulisan Polda di baju lengan kanannya, serta logo Commuter Line di dada kirinya itu terlihat tengah makan nasi tanpa menggunakan meja, piring atau pun sendok.
Tangan kanannya menyuap makanan dan tangan kirinya tampak sedang memegang helm warna putih.

Apa yg ada di benakmu ketika lihat foto ini?
Inget bapak kita kerja ?
Inget suami kita ?
Inget anak kita ?
Mereka sanggup membeli makan, tapi tak sempat untuk makan.
Tanggung jawab mereka akan pekerjaannya.
Tanggung jawab mereka dengan keluarganya.
Syukuri apapun yg mereka dapatkan dari setiap tetes keringat mereka.
Semoga Allah berkahi dengan rezeki yang halal dan kesehatan bagi mereka yg berjuang mencari nafkah, keterangan yang ditulis dalam foto tersebut, seperti dilansir Tribunnews.com.

Sontak saja foto ini menjadi viral di media sosial Facebook. Banyak netizen yang memberikan like dan emoticon sedih.
Namun, belum jelas foto ini diambil di mana, yang pasti foto ini telah mengingatkan kita pada ayah, suami atau pun anak yang sedang bekerja keras untuk mencari rezeki yang halal.

Baca Juga :




Sumber : palingseru.com


Sabtu, 08 Oktober 2016

Kisah Nyata : Salah Seorang Jamaah Asal Bandung Yang Tak Menemukan Kamar Hotel Di Tanah Suci, Ternyata Selama Di Indonesia Ini Yang Sering Beliau Lakukan..

Kisah Nyata : Salah Seorang Jamaah Asal Bandung Yang Tak Menemukan Kamar Hotel Di Tanah Suci, Ternyata Selama Di Indonesia Ini Yang Sering Beliau Lakukan..

Sahabat muslim, Kisah nyata : Salah satu jamaah haji asal Bandung tak kunjung menemukan hotelnya di tanah suci Mekkah. Ia berputar-putar kesana kemari karena kebingungan menemukan posisi pemodokannya di Makkah.
Sang jamaah haji yang kesehariannya di Bandung dikenal sebagai seorang pedagang ini suka tak jujur dan curang terhadap pembeli Terkadang barang yang seharusnya dibilang tidak bagus, namun malah dikatakan bagus kepada pembeli.


Baca Juga : TERUNGKAP... Warung Soto Yang Selalu Ramai Tiap Hari Jumat, Ternyata INI Alasannya..(Bikin Merinding..)

Sikapnya selama di Bandung ini bak mendapat teguran langsung dari Allah saat menunaikan ibadah haji. Di Makkah, dia hendak mencari hotel dimana ia menginap. Dia bertanya pada orang-orang, namun hasilnya dia malah berputar-putar berjam-jam.

Padahal ia hafal nama hotelnya dan lebih dari puluhan kali keluar masuk pintu hotel di Mekkah tersebut.
Saat kaki pedagang dari Bandung ini lemas, dia memutuskan untuk duduk di salah satu bangunan. Mengambil napas sejenak untuk beristirahat.

Ternyata, hotel yang sedari tadi dicari berada tepat di punggungnya. Dia hanya mengitari bangunan itu berjam-jam.

Banyak kisah nyata seperti itu dari Tanah Suci. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita panen.

Sahabat sepercikHikmah, Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH. Maruf Amin menjelaskan, kejadian semacam ini mungkin saja terjadi kepada sebagian jamaah haji. Untuk itu perlu kesadaran penuh dari para jamaah agar bertawakal dan banyak memohon ampun kepada Allah SWT.

Kalau telah tawakal, telah mohon ampun biasanya enggak (kejadian aneh). Kalau orang itu merasa tidak punya dosa, salah, merasa bersih mungkin itu terjadi di sana (kejadian aneh), terangnya, Jumat (25/8).

Lebih lanjut, KH Maruf Amin mengungkapkan, Ka'bah merupakan tempat suci yang tidak bisa semena-mena berlaku disana. Dengan perilaku baik dan niat yang lurus tidak jarang jamaah haji akan mendapatkan berkah dari Allah SWT.



Baca Juga : Heboh Sekali Berita Ini !!!.... Ramalan Gus Dur Tentang Ahok Dan Kini Terbukti

Memang di sana itu tempat suci nggak boleh ada buat tidak lurus itu ya. Kalau lurus, taubat malah bisa dapat berkah. Makanya perlu persiapan mental yang cukup, tutupnya.

Hanya Allah Yang bisa member Taufik Dan Hidayah, Semoga Bermanfaat..


Baca Juga :

1. Luar Biasa!!....Fotonya Viral di Dunia Maya, Perempuan Cantik Ini Menjadi Sosok Paling Dicari. Siapakah Dia?

Selasa, 06 September 2016

TAK DISANGKA!! Mobil Jaguar Mewah Tergores, Pengusaha Muda Ini Marah Besar pada Anak Kecil, Yang Sebenarnya Terjadi...

TAK DISANGKA!! Mobil Jaguar Mewah Tergores, Pengusaha Muda Ini Marah Besar pada Anak Kecil, Yang Sebenarnya Terjadi...

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap.
Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu.
Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.
Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.
Buk.! Aah, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu.
Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.
Cittt. ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan.
Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele.

Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.
Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa.
Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.
Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!
Lihat goresan itu, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.
Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya.
Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.
Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf.
Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.
Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.
Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti.
Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.
Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi
tak seorang pun yang mau menolongku.
Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.. Kini, ia mulai terisak.

Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.
Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda?
Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya.
Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam.
Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan.
Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah.
Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya.
Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.
Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak.
Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.
Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Dtelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dilewatinya.

Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.
Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu.
Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini.
Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.
Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan.
Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan.

Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada
masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?
Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita.
Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya.
Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.
Teman, kadang memang, ada yang akan melemparkan batu buat kita agar kita
mau dan bisa berhenti sejenak.
Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya,atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.



Baca Juga: